Data dan Kondisi Bencana Gempa Talaud, Sulawesi Utara
- 12 February 2009
- 11 komentar
Hampir semua penduduk pulau-pulau di Kabupaten Kepulauan Talaud Sulawesi Utara saat ini masih mengungsi setelah tejadi gempa 7,4 SR semalam(12/2). Kepala Biro Pemberdayaan dan Bantuan Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Talaud, Dra. O Rompa menuturkan hal tersebut siang ini . Ia juga menuturkan kebutuhan yang dibutuhkan pengungsi saat ini adalah bahan makanan dan tenda. “Mungkin untuk hari ini cukup. Tapi kami butuh banyak bahan makanan. Sebab beberapa bulan ini, petani di Kepulauan Talaud gagal panen karena hujan,” ungkapnya. Padi, jagung dan singkong menurutnya sudah tidak bisa dipanen lagi.
Tenda komando menurutnya hanya tersedia 10 buah dan dipasang di Ibukota Kabupaten, Melonguane. “Kami juga sudah menggunakan tenda plastik, tapi tetap saja masih kekurangan,” ujarnya lagi. Rompa mengatakan bahwa kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Talaud yang terdiri dari banyak pulau penyebabkan distribusi bantuan dan informasi kebutuhan korban belum merata. “Kondisi daerah kami yang dipisahkan laut, menyebabkan informasi kebutuhan juga belum semuanya,” papar dia. Saat ini menurutnya hampir semua penduduk pulau mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena takut terjadi tsunami. Menurutnya pihak provinsi Sulawesi Utara baru mengirim bantuan besok.
Kerusakan berat ditemui di beberapa pulau seperti Kabaruang, Kalibago, dan Karakelong. Retakan-retakan tanah selebar 3-4 centimeter banyaka ditemui di pulau-pulau ini baik di dalam atau luar rumah penduduk. Rumah yang rusak menurutnya juga cukup banyak. Jumlah sementara rumah rusak belum diketahui karena tim verivikasi masih dalam proses pencarian data. “Mungkin nanti sore baru ada laporannya,” katanya. Jumlah pasti korban yang luka dan ringan menurutnya juga belum diketahui. “Yang pasti untuk korban jiwa tidak ada,” jelasnya
Data sementara hasil pendataan dari 13 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Talaud dari sekretaris daerah Kepulauan Talaud, Ir. F. CH. Udang, MBA, MM. Bangunan, termasuk rumah penduduk, sekolah dan rumah ibadah, yang rusak berat 597 unit. Rusak sedang 326 unit dan yang mengalami keruskan ringan 297 unit. Total bangunan rusak 1220 unit. Kerugian ditaksir Rp. 10,9 milyar. Kabar terbaru sore ini (12/2) kerugiandiperkirakan sudah mencapai diatas Rp. 100 milyar.
Korban luka sebanyak 64 orang.
Setiap 5 sampai 20 menit masih terjadi gempa susulan. sebagian masyarakat mengungsi di tempat yang tinggi, sebagian lain mengungsi di depan rumah mereka masing-masing. Tempat pengungsian sudah disuplai dengan tenda, bantuan pengobatan, makanan dan minuman. (sumber : mediacenter)

