Situ Gintung, a Week after Disaster

Hari iniĀ  jumat 3 april 2009, seminggu setelah bencana situ gintung, beberapa teman blogger peduli yang dikoordinasi oleh bung edy caplang sebagai korlap blogger peduli untuk bencana situ gintung telah melakukan survey pada lokasi bencana.

(more…)

Satkorlak Semarang, 20.000 Rumah Warga Kota Semarang Terendam Banjir

SemarangĀ  - Satkorlak Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Kota Semarang melaporkan sekitar 20.000 rumah warga Kota Semarang terendam banjir hingga Senin (9/2).

Kepala Satkorlak PBA Kota Semarang Prasetijo, di Semarang, Senin, mengatakan banjir yang menggenangi Kota Semarang semakin meluas seiring dengan kondisi hujan yang terus mengguyur Kota Semarang.

Ia mengatakan, genangan air memang terus bertambah, misalnya di Wonosari, Ngaliyan juga dilanda banjir karena kiriman air hujan dari daerah atas.

Curah hujan yang masih tinggi, katanya, menyebabkan genangan air masih melanda sebagian besar warga Kota Semarang. “Hujan terus saja turun, sehingga genangan makin tinggi,” katanya.

Ia menyebutkan, jika sebelumnya banjir melanda di sebanyak sembilan kecamatan, sekarang bertambah menjadi 10 kecamatan.

Berdasarkan pantuan, genangan air yang cukup parah antara lain terjadi di Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk. Di Jalan Padi Raya, aktivitas warga di daerah itu lumpuh total.

Ketua RW XI Kelurahan Gebangsari, Wiryono mengatakan hampir semua warga di wilayahnya tidak bisa beraktifitas seperti biasanya karena semua rumah terendam air. “Di sini ada sebanyak 140 kepala keluarga dan semuanya terendam air,” katanya.

Meskipun rumah warga terendam, sebagian besar warga memilih bertahan di rumahnya masing-masing. Banjir yang melanda wilayah ini karena luapan Sungai Tenggang.

Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip yang terjun langsung ke wilayah Gebangsari meminta maaf kepada masyarakat karena belum bisa mengatasi persoalan banjir.

Ia mengakui, untuk daerah Gebangsari, Muktiharjo Lor, dan Muktiharjo Kidul penyebab utama banjir adalah luapan Sungai Tenggang. Maka itu normalisasi Kali Tenggang akan menjadi prioritas dalam penanganan banjir di daerah tersebut.

“Ada tiga sungai yang akan diperbaiki, yaitu Sungai Tenggang, Sungai Babon, dan Sungai Sringin,” katanya. Ketiga sungai itu yang selama ini menjadi penyebab banjir di Kecamatan Genuk, Pedurungan, Gayamsari, dan Semarang Timur.

Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Mahfudz Ali juga meninjau Muktiharjo Lor dan Muktiharjo Kidul yang banjirnya juga tergolong parah.

Begitu juga dengan dapur umum yang diharapkan didirikan di setiap tempat yang aman dari banjir. “Dirikan dapur umum, buat nasi bungkus dibagikan ke warga, ini nanti ditanggung pemkot,” katanya. (ANTARA News)

Minggu Pagi, Banjir Rendam Kota Semarang Bawah

Banjir saat ini merendam sejumlah wilayah di Semarang, Jawa Tengah dengan ketinggian mencapai satu meter. Minggu (8/2) pagi ini, Kepala Kantor SAR Nasional Semarang, Riyadi mengatakan, banjir terjadi hampir merata di wilayah Semarang.

Sejumlah wilayah yang terendam air dengan ketinggian mencapai 1-1,5 meter antara lain di Mangkang, Rambutan, Purinjasmoro, Jalan Supriadi, Jalan Tunjung Biru, Karang Ayu, dan Cemarang Bawah. Banjir paling parah terjadi di Mangkang dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.

“Banjir hampir merata di Semarang. Di Tanah Mas, Karang Ayu, Cemarang Bawah, di kotanya, di Tambak Lorok, di Mangkang, Tawang semuanya kena banjir,” tambahnya.

Warga Semarang yang membutuhkan bantuan SAR guna evakuasi akibat banjir dapat menghubungi Tim SAR dengan nomor telepon 024-7629192 atau langsung di nomor emergency 115 dari Semarang. (Regina Ratnasari - ELSHINTA)

Update:

Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (8/2/2009) pukul 08.00 WIB, air setinggi 10-15 cm menggenangi landasan pesawat. Akibatnya, seluruh penerbangan dari dan menuju Semarang dibatalkan.

Selain itu, di jalan masuk ke bandara air juga menggenang setinggi 50 cm. Kendaraan pun kesulitan untuk melewatinya.(Triono Wahyu Sudibyo - detikNews)

Sudah Sepekan Warga Tepian Bengawan Solo Terendam

Nasib malang dirasakan warga yang tinggal di bantaran Bengawan Solo. Sudah sepekan ini warga di tepain sungai yang paling panjang di Jawa ini hidup dengan genangan banjir. Namun, banyak warga memilih bertahan di rumah.

Banjir akibat melubernya Bengawan Solo kian meluas. Di Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah, air masih menggenangi permukiman di empat kampung. Sementara di Pucangsawit, Solo, yang tersisa pascabanjir hanyalah rumah-rumah yang hancur. Sawah dan ladang berantakan tak berbentuk lagi.

Banjir juga kembali rendam tiga desa di Magetan, Jawa Timur. Sejumlah petugas turun tangan untuk menjemput warga yang sakit guna dibawa ke puskemas. Di Ngawi, rumah, kantor, dan sekolah masih banyak yang terendam. Namun begitu akademi keperawatan tetap menggelar ujian akhir semester.

Ratusan rumah di kawasan pantai utara Subang, Jawa Barat, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Ciasem setelah hujan deras mengguyur selama tiga hari. Buruknya sistem drainase dan hujan yang masih terus turun menyebabkan ketinggian air terus naik mencapai sekitar setengah meter.

Meluapnya sejumlah anak sungai di Banten juga membuat puluhan rumah di Ciruas dan Cipocok Jaya terendam banjir sekitar satu meter. Sejumlah sekolah diliburkan. Banjir karena saluran pembuangan air ke anak sungai tak berfungsi akibat pendangkalan. Sejauh ini warga bertahan di rumah.

Sejumlah daerah di luar Jawa juga terendam. Salah satunya di Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Banjir duduga disebabkan luapan air galian perusahaan tambang batubara yang banyak di daerah tersebut. Warga meminta pemda diminta meninjau kembali izin kuasa pertambangan.

Sedikitnya 2.500 rumah di empat kecamatan di Sanggau, Kalimantan Barat, diterjang banjir akibat meluapnya sejumlah anak sungai setelah hujan deras mengguyur beberapa hari ini. Ketinggian air mencapai satu meter. Banjir kali ini merupakan yang terparah selama 10 tahun terakhir.(YNI/Tim Liputan 6 SCTV)

9 Orang Tewas dalam Banjir 2 Hari

DetikNews - 9 Orang tewas akibat banjir disertai longsor di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Saat ini air sudah mulai surut dan situasi berangsur-angsur pulih kembali.

“Dampak banjir longsor minggu ini atau 2 hari, Jateng wafat 7 orang (1 Sragen dan 6 Karanganyar), Madiun (Jatim) 1 orang, Malino, (Sulsel) 1 orang,” ujar Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan (Depkes) Rustam Pakaya dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Minggu (1/2/2009).

Selain 9 orang tewas, menurut Rustam, 5 orang mengalami luka berat yaitu 1 orang di Jatim, 4 orang lainnya di Malino, Sulsel.

Saat ini lanjutnya, Depkes sudah mengirimkan bantuan ke daerah-daerah yang dilanda banjir, berupa makanan pengganti asi dan makanan siap saji.

Jakarta, Waspadai Badai Eddy

Sebagian wilayah Jakarta berpotensi terjadi banjir lagi pada akhir Januari atau awal Februari 2009, karena hujan lebih banyak turun di Jakarta. Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Darmaga Bogor, Endang Suprapti mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca sepekan ke depan akan turun hujan dengan intensitas lebih tinggi di bagian utara Jawa Barat, yakni di sekitar Jakarta.

“Perubahan pola hujan tersebut disebabkan oleh pusaran “Eddy” yakni pusaran angin di Kalimantan Barat dan tekanan udara rendah di Barat Daya Sumatera serta di Timur Laut Australia,” kata Endang.

Dijelaskannya, adanya pusaran “Eddy” dan tekanan udara rendah, mengakibatkan pola hujan yang sebelumnya turun di bagian Selatan Jawa Barat, yakni Bogor dan Bekasi, menjadi bergeser ke Utara di Jakarta.

Apalagi, curah hujan rata-rata bulanan di Bogor dan Jakarta pada Januari juga tinggi, yakni 420 milimeter per bulan. Akhir Januari hingga awal Februari merupakan puncak musim hujan, di sebagian lokasi di Jawa Barat, dari musim hujan yang terjadi sejak Oktober 2008 hingga Maret 2009.

*sumber : jurnal bogor via bakornas

Kontak Penting di Jakarta, Menghadapi Bencana Banjir

Nomor Telepon Penting/Urgent Phone Number:

Posko Satkorlak & Satlak PBP Jakarta/Safety Department of control unit on disaster.
Telp: 021-382 2212 / 382 3113 / 350 0000
SMS: 0811 920 203

Posko Banjir Jakarta Pusat/ Flood Post Central Jakarta : 021- 384 3066
Posko Banjir Jakarta Utara/Flood Post North Jakarta : 021- 439 30152 / 439 34752
Posko Banjir Jakarta Barat/ Flood Post West Jakarta : 021- 582 1765 / 582 1725
Posko Banjir Jakarta Timur/Flood Post East Jakarta : 021- 487 02443
Posko Banjir Jakarta Selatan/Flood Post South Jakarta : 021-727 86646 /727 86657
Pelayanan PLN/ Electricty Department : 123
Pelayanan Pemadam Kebakaran/Fire Department : 113
Pelayanan PAM Jaya/Water Department : 021-570 4250 (3.200)
Pelayanan Kesehatan/ Medical Service : 021 -348 35118
Pelayanan Bantuan Sosial/ Social Service : 021-426 4675
Dinas Pekerjaan Umum/ General Department : 021-384 6608
Posko Banjir Komando Armada Barat TNI AL/ Navy Post for Flood incident:
021-4241155, 021-4243000, 021-4263329
Posko Banjir Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah /Air Force Post for Flood incident:
021-8019210, 021-8019211