9 Orang Tewas dalam Banjir 2 Hari

DetikNews - 9 Orang tewas akibat banjir disertai longsor di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Saat ini air sudah mulai surut dan situasi berangsur-angsur pulih kembali.

“Dampak banjir longsor minggu ini atau 2 hari, Jateng wafat 7 orang (1 Sragen dan 6 Karanganyar), Madiun (Jatim) 1 orang, Malino, (Sulsel) 1 orang,” ujar Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan (Depkes) Rustam Pakaya dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Minggu (1/2/2009).

Selain 9 orang tewas, menurut Rustam, 5 orang mengalami luka berat yaitu 1 orang di Jatim, 4 orang lainnya di Malino, Sulsel.

Saat ini lanjutnya, Depkes sudah mengirimkan bantuan ke daerah-daerah yang dilanda banjir, berupa makanan pengganti asi dan makanan siap saji.

Tim Kemanusiaan Susah Jangkau Distrik Abun dan Sausapor, Kab Sorong

Beberapa lembaga kemanusaiaan masih bergerak di Papua Barat. Salah satunya adalah Mer-C (Medical Emergency Rescue Commitee), sebuah organisasi kemanusiaan di bidang kesehatan. dr. Adianty Kartika, salah seorang dokter Mer-C yang dihubungi melalui telepon mengatakan saat ini timnya berada di Distrik Aimas, Ibukota Kabupaten Sorong. menurutnya di Aimas hanya sedikit korban gempa, “Ada satu dua yang luka ringan saat gempa,” katanya. Meskipun begitu, menurutnya Mer-C yang mempunyai klinik di Aimas, masih akan melanjutkan misi kemanusiaannya.

Menurutnya daerah terparah yang terkena gempa adalah dua distrik di Kabupaten Sorong, yaitu Abun dan Sausapor. Abun, sebuah distrik yang terletak di perbatasan kabupaten Sorong dan Manokwari, menderita kerusakan cukup parah. Sebab distrik ini dekat dengan epicentrum gempa. Untuk merapat ke dearah sini menurut dia tim-nya juga mengalami kesulitan. Bahkan seringkali harus kembali ke Sorong karena perahu tidak dapat mendarat. “Saya ke kampung Wau, Distrik Abun, hampir 80% rumah di kampung itu hancur, ” tambahnya lagi.

Bantuan menurutnya di kabupaten Sorong sudah cukup, terutama makanan dan obat-obatan. Namun mengenai kabat terbaru dari Abun, ia mengatakan belum mendapatkan data terbaru. “Sebab Abun dan Saosapor belum mempunyai sarana telekomunikasi dan listrik,” kata dia.

*Manokwari-AirPutih, via mediacenter.

Korban Meninggal di Papua 5 Orang

Sampai dengan 6 Januari 2009 pukul 08.00 WIB, korban meninggal akibat gempa yang menggoyang pada 4 Januari 2009 sebanyak 5 orang. Rinciannya, 2 di Manokwari dan 3 di Sorong.

Sedangkan korban luka  berat sebanyak 7 orang dan 50 orang luka ringan serta pengungsi sebanyak 14.049 orang yang tersebar di 19 titik yaitu di KODIM, GOR dan gedung lainnya.

Selain menyebabkan korban jiwa, gempa tersebut menyebabkan kerusakan di Kabupaten Manokwari dan Sorong, yaitu:

1. 1.056 unit rumah (134 rusak berat dan 922 rusak ringan)
2. 8 unit hotel (2 unit roboh, 5 rusak berat dan 1 unit rusak ringan)
3.  2 unit bank roboh
4.  1 unit gudang bulog rusak
5. 31 unit tempat ibadah (13 rusak berat dan 18 rusak ringan)
6. 4 unit sekolah rusak berat
7. 1 unit sarana kesehatan rusak berat
8. 23 unit sarana pemerintah (11 rusak ringan dan 12 rusak berat)
9.  2 jalan rusak ringan
10.  7 jembatan rusak ringan
11.  1 lokasi infrastruktur rusak

Upaya Penanganan

  1. Pada tanggal 5 Januari 2009, pukul 05.00 WIB dilakukan pengiriman bantuan (sortie II) dengan menggunakan pesawat hercules berupa : 5.940 ton pakaian dan permakanan (bantuan Presiden), 200 kg WC darurat (bantuan Dep PU), 681 kg obat-obatan (bantuan DepKes), 6.227 ton permakanan (bantuan Depsos) dan 8,55 ton tiang tenda 19 unit (bantuan BNPB).
  2. Pada tanggal 6 Januari 2009, pukul 05.00 WIB dilakukan pengiriman bantuan (sortie III) dengan mengguakan pesawat Hercules berupa : 14.598 ton sembako (bantuan Presiden) dan 70 kg peralatan teknis BMG.

*bakornaspb.go.id via mediacenter.or.id